Ad Code

MENIKMATI SEJARAH INDONESIA

 

 Novel sejarah merupakan sebuah genre yang penting dan sering ditulis di negara-negara Barat. Novel Sejarah membatu memperkenalkan mengakrabkan masyarakat pada masalalu bangsa.

Novel sejarah dapat dikatagorikan sebagai novel ulang (rekon). Agar tidak terjadi kesalahpahaman frasa "Novel Ulang", berikut jenis - jenis novel ulang berdasarkan jenisnya.

  1. Rekon pribadi adalah novel yang memuat kejadian dan penulisannya terlibat secara langsung;
  2. Rekon faktual (informasional) adalah novel yang memuat kejadian faktual seperti eksperimen ilmiah, laporan polisi dll.;
  3. Rekon imajinatif adalah novel yang memuat kisah faktual yang dikhayalkan dan diceritakan secara lebh rinci.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait cerita sejarah maupun novel sejarah, berikut materi tentang teks novel atau cerita sejarah.

A.  Pengertian Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah adalah teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah. atau definisi lainnya yaitu teks cerita yang berdasarkan catatan-catatan peristiwa masa lampau dikembangkan berdasarkan bukti bukti yang ditemukan yang nantinya menjadi teks kenyataan sejarah.


B. Ciri – Ciri Teks Cerita Sejarah

Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh teks sejarah, diantaranya:

a) Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian;

b) Bentuk teks cerita ulang (recount);

c) Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi;

d) Sering menggunakan konjungsi temporal;

e) Isi berupa fakta.


C. Struktur Teks Cerita Sejarah

Harus terdapat 3 struktur berikut ini untuk membuat teks sejarah yang baik yaitu

a.  Orientasi

   Pada bagian ini berisi tentang pengenalan atau pembukaan dari teks cerita sejarah. Biasanya berisi mengenai penjelasan singkat dari suatu peristiwa yang diceritakan.

b. Insiden atau Urutan Kejadian

   Pada bagian ini berisi mengenai rekaman peristiwa sejarah yang terjadi yang disampaikan menurut urutan kejadian atau waktu dari awal kejadian hingga sampai pada akhir kejadian tersebut. Bagian ini merupakan bagian pokok dari teks cerita sejarah yang biasanya dituliskan secara rinci dan mendetail sehingga para pembaca akan lebih memahami hal apa sebenarnya yang terjadi pada masa lalu.

c. Reorientasi

   Merupakan bagian akhir dari teks tersebut. Biasanya pada bagian ini berisi mengenai komentar pribadi dari si penulis itu sendiri mengenai kejadian yang ditulisnya. Namun ada juga beberapa teks cerita sejarah yang tidak menambahkan bagian penutup ini. Itu sah-sah saja karena bagian ini hanya sebagai opsi atau pilihan saja.


D.  Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

Ciri kebahasaan teks cerita sejarah ditandai dengan adanya pronomina atau kata ganti, kata-kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, adanya kata kerja (verba) material, dan konjungsi (kata penghubung) temporal. Untuk lebih jelasnya bisa sobat lihat dibawah ini.

a. Pronomina (kata ganti) merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.

  • kata ganti orang pertama tunggal, misalnya : saya, aku, beta, sahaya;
  • kata ganti orang pertama jamak, misalnya : kami, kita;
  • kata ganti orang kedua tunggal, misalnya : kamu,engkau, kau, anda, dikau;
  • kata ganti orang kedua jamak, misalnya : kalian
  • kata ganti orang ketiga tunggal, misalnya : dia, ia, beliau, -nya;
  • kata ganti orang ketiga jamak, misalnya : mereka;

b.   Frasa adverbial merupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.

c. Verba material adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan suatu aktivitas yang menggunakan fisik dalam melakukannya, misalnya membaca, melempar, mendorong, dan lainnya.

d.  Konjungsi Temporal (kata sambung waktu) berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal. Contohnya yaitu “kemudian”, “setelah”, “lalu” dan lainnya.

e.  Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua kalimat atau lebih yang digabungkan menjadi satu kalimat .

Contoh  Kalimat

Klausa 1          : kakak bertanding sepak bola

Klausa 2          : adik menonton di pinggir lapangan

Gabungan : Kakak bertanding sepak bola, kemudian adik menonton di pinggir lapangan.

Baik Klausa 1 maupun Klausa 2 merupakan bentuk klausa utuh yang setidaknya memiliki subjek dan predikatnya masing-masing. Karena itu, kalaupun tidak dihubungkan dengan konjungsi sementara, keduanya masih dapat berdiri menjadi kalimat yang sempurna.


E.  Cara Teknik penulisan Teks Cerita Sejarah :

a.  Kejadian-kejadian diceritakan dalam urutan kronologis dari awal sampai akhir. Beberapa peristiwa juga perlu diatur menurut urutan kronologis.

b. Dari sekelompok fakta (peristiwa) perlu ada penentuan fakta kausal (penyebab) – fakta peristiwa – fakta penyebab.

c.   Bila uraian berupa deskriptif – naratif, maka perlu ada proses serialisasi, yaitu mengurutkan peristiwa-peristiwa berdasarkan prinsip-prinsip diatas.

 

F.   Jenis – Jenis Teks Sejarah

1) Sejarah Fiksi

  1. Novel adalah karya fiksi prosa yang ditulis secara naratif, umumnya dalam bentuk cerita. Penulisnya disebut novelis
  2. Cerpen adalah cerita pendek berbentuk prosa naratif fiktif. Cenderung padat dan langsung pada tujuan nya dibandingkan dengan karya fiksi lainnya yang umumnya lumayan panjang.
  3. Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh sebagian orang merupakan sesuatu yang benar-benar terjadi.
  4. Roman adalah jenis karya sastra berbentuk prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan jiwa masing-masing. Roman bisa juga disebut kisah percintaan

 2) Sejarah Non-Fiksi

  1. Biografi adalah keterangan kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
  2. Autobiografi adalah kisah atau keterangan hidup yang ditulis oleh orang itu sendiri.
  3. Cerita Perjalanan adalah teks yang menceritakan tentang perjalanan.
  4. Catatan Sejarah adalah teks yang menceritakan fakta atau kejadian masa lalu yang menjadi latar belakang sesuatu mempunyai nilai sejarah.

C.     Perbedaan Sejarah Fiksi dan Non-Fiksi

1)       Sejarah Fiksi :

v  Jalan cerita disusun berdasarkan dunia nyata.

v  Gambaran kehidupan batin seorang tokoh lebih dalam.

v  Pengembangan karakter tokoh tidak sepenuhnya terungkap.

v  Menyajikan kehidupan sesuai pandangan pengarang.

 

2)       Sejarah Non-Fiksi :

v  Tersusun oleh fakta yang objektif.

v  Gambaran kehidupan tokoh ditulis lebih lengkap berdasarkan fakta.

v  Menyajikan kehidupan sesuai data dan fakta.


H. Fungsi Teks Cerita Sejarah

a. Fungsi rekreatif, memberikan rasa gembira dan senang kepada pembaca

b.  Fungsi inspiratif, memberikan inspirasi, imajinasi, dan kreatifitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk lebih baik lagi

c.   Fungsi intruktif, sebagai alat bantu dalam pembelajaran

d.  Fungsi edukatif, dapat dijadikan petunjuk dan pelajaran kehidupan bagi manusia dalam berperilaku

Referensi :

Bahasa Indonesia : Buku Siswa kelas 11/Kementrian Pedidikan dan Kebudayaan.Edisi Revisi, Jakrta : Kementrian dan Kebudayaan 2018

Kosasih, E. 2014. Jenis - Jenis Teks. Bandung : Yrama Widya

Post a Comment

0 Comments