Ad Code

Materi SMK/SMA Kelas XI : Pelajaran Kedua Mempersiapkan Proposal

 MEMPERSIAPKAN PROPOSAL

  1. Menganalisis Isi, Sistematika, dan Kebahasaan Proposal
  2. Merancang Sebuah Proposal Karya Ilmiah dengan Memperhatikan Informasi, Tujuan, dan Esensi Karya Ilmiah.

C. Menganalisis Isi, Sistematika, dan Kebahasaan Proposal

1. Menganalisis Isi Teks Proposal

Menganalisis isi proposal dengan mengetahui jenis proposal, diajukan oleh siapa, kepada siapa proposal tersebut diajukan, dan apakah bagian-bagian dari proposal tersebut sudah lengkap atau belum.

Sistematika isi proposal bersifat feksibel tergantung pada jenis kegiatan yang akan dilaksanakan serta lembaga yang hendak dituju. Sehingga proposal hendaknya disusun sesuai dengan sistematika yang dikehendaki oleh penerima usul.

2. Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Proposal

Perhatikan kutipan proposal berikut!


Beberapa kaidah kebahasaan yang menandai sebuah proposal tampak di dalamnya. Di dalam tersebut terdapat pernyataan-pernyataan yang bersifat argumentatif. Argumen yang dimaksud, antara lain, tentang pemberlakuan kurikulum baru sebagai momentum terbaik untuk memperbaiki kondisi (pembelajaran). Kurikulum baru mendorong pemberdayaan peran guru (pengajar) dalam mengembangkan kompetensi siswa. Argumen-argumen tersebut akan lebih meyakinkan apabila disertai dengan alasan. Suatu alasan sering kali menggunakan konjungsi penyebaban, seperti sebab, karena, oleh karena itu.

Selain pernyataan-pernyataan argumentatif, di dalamnya terdapat pernyataan-pernyataan yang bersifat persuasif. Hal ini dimaksudkan untuk menggugah penerima proposal untuk menerima ajuan itu. Misalnya, perhatikanlah kalimat terakhir dalam cuplikan itu.

Kalimat “Untuk itu, sebuah upaya pembekalan terhadap para pengajar tentang pengembangan kurikulum dan materi pengajaran membaca dan menulis sangat mendesak untuk dilakukan” merupakan kalimat persuasif yang menyatakan pentingnya kegiatan yang diajukannya itu sehingga diharapkan pihak yang ditujunya bisa menerimanya.

Adapun karakeristik khusus kebahasaan lainnya yang menjadi penanda proposal adalah sebagai berikut.

1. Menggunakan banyak istilah ilmiah, baik berkenaan dengan kegiatan itu sendiri ataupun tentang istilah-istilah berkaitan dengan bidang keilmuannya.

2. Menggunakan banyak kata kerja tindakan yang menyatakan langkah-langkah kegiatan (metode penelitian). Kata-kata yang dimaksud, misalnya, berlatih, membaca, mengisi, mencampurkan, mendokumentasikan, mengamati, melakukan.

3. Menggunakan kata-kata yang menyatakan pendefinisan, yang ditandai oleh penggunaan kata merupakan, adalah, yaitu, yakni.

4. Menggunakan kata-kata yang bermakna perincian, seperti selain itu, petama, kedua, ketiga.

5. Menggunakan kata-kata yang bersifat “keakanan”, seperti akan, diharapkan, direncakan. Hal itu sesuai dengan sifat proposal itu sendiri sebagai suatu usulan, rencana, atau rancangan program kegiatan.

6. Menggunakan kata-kata bermakna lugas (denotatif). Hal ini penting guna menghindari kesalahan pemahaman antara pihak pengusul dengan pihak  tertuju/penerima proposal.

D. Merancang Sebuah Proposal Karya Ilmiah dengan Memperhatikan Informasi, Tujuan, dan Esensi Karya Ilmiah.

1. Menelaah Hasil Proposal

Penyusunan proposal harus diawali dengan analisis masalah ataupun kebutuhan di lapangan. Untuk itu, kita tidak bisa serta merta mengajukan sebuah kegiatan yang nantinya tidak sesuai dengan masalah ataupun kebutuhan nyatanya. 

Berikut langkah menelaah hasil proposal

Pertama kita harus mengumpulkan sejumlah fakta yang menjadi dasar penyusunan proposal itu, yakni melalui observasi langsung ataupun dengan kegiatan wawancara ataupun penyebaran angket.

Kedua membaca berbagai literatur untuk memperkuat temuan-temuan dari lapangan itu. Literatur juga berperan sebagai rujukan atas bermasalah atau tidaknya temuan-temuan di lapangan itu.

Berdasarkan hal di atas, kamu akan mengetahui informasi, tujuan, dan esensi dalam proposal. Telah kamu ketahui bahwa proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah tujuan kegiatan kepada pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan kegiatan tersebut lebih detail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada pembaca sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi dan misi.

2. Menyusun Proposal Berdasarkan Aspek-Aspek Penting

Penyusunan proposal bisa dilakukan melalui observasi lapangan atau membaca dari literatur.

Supaya lebih mudah dalam membuat penyusunan proposal, kamu harus mengawalinya dengan melakukan analisis terhadap suatu masalah atau kebutuhan di lapangan.

Dengan demikian, kita bisa mengajukan suatu kegiatan yang sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan sejumlah fakta dan data yang menjadi pusat penyusunan proposal, yaitu melalui observasi langsung, melakukan wawancara dengan narasumber, atau melalui penyebaran angket.

Langkah selanjutnya adalah dengan membaca berbagai literatur untuk memperkuat temuan-temuan dari lapangan itu. Literatur juga berperan sebagai rujukan atas bermasalah atau tidaknya temuan-temuan di lapangan itu. Penyusunan proposal harus diawali dengan kegiatan observasi lapangan ataupun membaca berbagai literatur. Kegiatan itu sudah kamu lakukan, bukan? Langkah berikutnya yang harus kamu lakukan adalah mengembangkan temuan-temuanmu itu ke dalam sebuah proposal yang lengkap, jelas, dan menarik.

1. Lengkap, perhatikanlah kelengkapan bagian-bagian proposal, mulai dari latar belakang sampai bagian daftar pustaka; mungkin juga lampiran-lampiran yang perlu disertakan. Untuk itu, kita harus memahami kembali struktur proposal yang telah dipelajari terdahulu.

2. Jelas, perhatikan pula kaidah-kaidah kebahasaan yang lazim digunakan untuk proposal sehingga proposal yang kamu buat itu mudah dipahami oleh pembacanya.

3. Menarik, perhatikan teknik penyajiannya; tata letak, ilustrasi, pemilihan jenis huruf, spasi, dan hal-hal lainnya sehingga penerima usul tertarik untuk membacanya. Dengan demikian, hal tersebut membantu pula di dalam proses pengesahan proposal tersebut.  

Demikian penjelasan mengenai materi Bahasa Indonesia Kelas XI Semester 2, jika dirasa materi ini bermanfaat silahkan tingalkan komentar di bawah dan bagikan ke skun sosial media kalian. Terima Kasih.


Materi Terkait


Referensi

Bahasa Indonesia : Buku siswa kelas 11/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.

Kusmana, Suherli. 2011. Merancang Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Rosdakarya.

Kusmana, Suherli. 2014. Kreativitas Menulis. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Pusat Bahasa (sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa). 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ketiga. Jakarta: Pusat Bahasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa.

Post a Comment

0 Comments