Ad Code

Mendalami Puisi Bagian 1: Mengidentifikasi Puisi dan Mendemonstrasikan Puisi

 MENDALAMI PUISI

A. Mengidentifikasi Komponen Penting dalam Puisi

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang banyak disukai karena disajikan dalam bahasa yang indah dan sifatnya yang imajinatif. Bahkan puisi juga dianggap sebagai rangkaian kata-kata yang menggambarkan perasaan penulis (penyairnya). Pesan yang ingin disampaikan oleh penyair dirangkai dengan kata-kata yang indah, yang berbeda dengan bahasa sehar-hari, bahkan juga berbeda dengan bahasa karya sastra lainnya, seperti drama atau prosa.

Sedangkan Pengertian puisi menurut KBBI adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Definisi puisi juga bisa diartikan sebuah sajak atau gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.

Makna puisi menjadi hal yang penting bagi pembaca. Seindah apa pun rangkaian kata-kata yang dibuat oleh seseorang, menjadi tidak berarti makna atau pesan yang disampaikan di dalamnya.

1. Menentukan Suasana dalam Puisi

Pernahkah kamu membaca sebuah puisi yang meninggalkan kesan mendalam bagi perasaanmu? Tenntunya pernah bukan Misalnya, sebuah puisi cinta yang membuat hatimu  berbunga-bunga seperti bunga baru mekar atau puisi kritik sosial yang membuat perasaan kemanusiaanmu tersentuh?

Itulah yang disebut dengan suasana, yaitu keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Dengan kata lain, suasana merupakan akibat psikologis yang ditimbulkan puisi itu terhadap pembaca. Suasana ialah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu.

Beirikut Contoh Puisi Tentang Cinta dari Sapardi Djoko Damono

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sumber: Hujan Bulan Juni, Kumpulan Puisi karya Sapardi Djoko Damono, 2001


Puisi di atas merupakan ungkapan cinta seseorang kepada kekasihnya. Dapatkah kamu merasakan bagaimana perasaan seseorang  ketika kekasihnya  menyatakan kerelaannya untuk berkorban, seperti pengorbanan kayu kepada api? Dapat jugakah kalian membayangkan bagaimana perasaan seseorang ketika sahabatnya menyatakan kesediaannya berkorban seperti pengorbanan awan yang musnah demi menjadi hujan?

Setelah membaca puisi di atas itulah yang dinamakan suasana. Begitulah perasaan yang didapat dari puisi di atas, siapa pun perempuan yang menjadi wanita dari lelaki itu akan merasakan perasaan yang romantis, merasa disayangi, dan terlindungi.

2. Menemukan Tema Puisi

Tema adalah ide dasar yang mendasari sebuah tulisan, termasuk puisi. Tema puisi menjadi inti dari makna atau pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Meskipun bahasa yang digunakan dalam puisi cenderung bermakna konotatif/tidak sebenarnya, tetapi tema puisi salah satunya dapat dirunut dengan menggunakan kata-kata kunci dalam puisi tersebut. Tema puisi akan sangat menentukan penyair dalam memiih kata-kata yang digunakan dalam puisinya.

Dalam puisi "Aku Ingin" karya Sapardi Djoko Damono di atas, tema puisinya adalah tentang cinta. Tema ini dapat dengan mudah ditemukan karena pengulangan kalimat “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana" sebanyak dua kali.

3. Menemukan Makna Puisi

Penggalan puisi ‘Sajak Anak Muda’, kamu pasti dapat menangkap maksud yang ingin disampaikan oleh W.S. Rendra. Amanat yang ingin disampaikan oleh penyair itulah yang dimaksud amanat. Tentu saja, pesan itu boleh lebih dari  satu.

Berikut adalah contoh penggalan analisis makna puisi "Sajak Anak Muda".


B. Mendemonstrasikan Puisi

Seorang pembaca puisi yang bagus mampu menjiwai puisi yang dibacakan dengan baik. Dampaknya, pendengar akan dapat merasakan suasana puisi tersebut serta mampu menangkap makna puisi yang disampaikan penyairnya.

Hal itu akan tercapai ketika pembaca puisi tidak hanya mengandalkan permainan vokal, tetapi juga memerhatikan ekspresi, intonasi, dan gerakan tubuhnya saat membaca puisi.

Beberapa hal yang harus dipahami ketika akan membacakan puisi.

Berikut meupakan hal-hal yang harus diperhatikan ketika akan membacakan puisi, di antaranya :
  1. Rima dan irama, artinya dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Membaca puisi berbeda dengan membaca sebuah teks biasa karena puisi terikat oleh rima dan irama sehingga dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun juga terlalu lambat.
  2. Artikulasi atau kejelasan suara, artinya suara kita dalam membaca puisi harus jelas, misalnya saja dalam mengucapkan huruf-huruf vokal /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ai/, /au/.
  3. Ekspresi mimik wajah, artinya ekspresi wajah kita harus bisa disesuaikan dengan isi puisi. Ketika puisi yang kita bacakan adalah puisi sedih, maka ekspresi mimik wajah kitapun harus bisa menggambarkan isi puisi sedih tersebut.
  4. Mengatur pernapasan, artinya pernapasan harus diatur jangan tergesagesa. Sehingga tidak akan mengganggu ketika membaca puisi. Penampilan, artinya kepribadian atau sikap kita saat di panggung usahakan harus tenang, tak gelisah, tak gugup, berwibawa, dan meyakinkan (tidak demam panggung).

Selain hal-hal di atas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan membacakan puisi yaitu sebagai berikut.

a. Vokal

Suara yang dihasilkan harus benar. Salah satu unsur dalam vokal ialah artikulasi (kejelasan pengucapan). Kejelasan artikulasi dalam mendemonstrasikan puisi sangat perlu. Bunyi vokal seperti /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /ai/, /au/, dan sebagainya harus jelas terdengar. Demikian pula dengan bunyi-bunyi konsonan.

b. Ekspresi

Ekspresi ialah pengungkapan atau proses menyatakan yang memperlihatkan atau menyatakan maksud, gagasan, dan perasaan. Ekspresi mimik atau perubahan raut muka harus ada, namun harus proporsional, sesuai dengan kebutuhan menampilkan gagasan puisi secara tepat.

c. Intonasi

Intonasi ialah ketepatan penyajian dalam menentukan keras-lemahnya pengucapan suatu kata. Intonasi terbagi menjadi dua, yaitu tekanan dinamik (tekanan pada kata-kata yang dianggap penting) dan tekanan tempo (cepat lambat pengucapan suku kata atau kata).

Demikian materi Bahasa Indonesia Kelas X tentang puisi, untuk materi puisi berikutnya bisa kalian lihat di Materi Terkait di bawah. Terima Kasih

Agar dapat memahami unduh juga kumpulan puisi pada materi ini <<unduh berkas>>

Materi Terkait


Referensi 

Bahasa Indonesia : Buku siswa kelas 10/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.

Kosasih, E. 2014. Jenis-jenis Teks dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia  SMA/MA/ SMK. Jakarta: Yrama Widya.

Pusat Bahasa (sekarang Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa). 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ketiga. Jakarta: Pusat Bahasa.

Rakhmat, J. 1999. Retorika Modern: Pendekatan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Setiyaningsih, Ika.2014. Ensiklopedia Bahasa dan Sastra Indonesia: Terampil Berbicara. Klaten: Intan Pariwara.

Post a Comment

0 Comments