Ad Code

Merancang Tahapan Teks Prosedur

MERANCANG TAHAPAN TEKS PROSEDUR

A.   A. Merancang Pernyataan Umum dan Tahapan-Tahapan Teks Prosedur

Dalam setiap kegiatan tampaknya prosedur itu menjadi pengingat bagi setiap orang untuk mematuhi tahapan agar kegiatan dapat dilaksanakan dengan benar. Dengan mematuhi tahapan melakukan suatu kegiatan maka kemungkinan keberhasilan melakukan kegiatan tersebut lebih besar.

Seseorang melakukan suatu kegiatan tentu saja harus memperhatikan langkah- langkah mengerjakannya. Apabila kita akan melakukan pekerjaan, kita harus memahami langkah-langkah kerjanya agar dalam melakukan kegiatan tersebut berhasil dengan baik. Misalnya, apabila kalian ingin memahami seluruh isi bacaan dari buku yang kita baca, langkah- langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Pilihlah buku yang paling disukai dan sesuai kebutuhan;
  2. Carilah tempat yang paling nyaman untuk membaca, hindarilah gangguan-gangguan di sekitarmu;
  3. Bertanyalah tentang hal-hal yang kurang kamu pahami dalam bacaan tersebut;
  4. Ketika membaca, usahakanlah untuk tidak mengulang kalimat yang baru saja dibaca karena akan mengurangi kecepatan membacamu;
  5. Diskusikanlah buku yang kamu baca dengan teman atau gurumu;
  6. Simpulkanlah apa pun yang baru didapat setelah membaca satu bab;
  7. Catatlah pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam bacaan tersebut.

Kegiatan di atas sangat membantu dalam memahami bacaan dan tahapan seperti di atas sering disebut prosedur.

B. Langkah-Langkah Merancang Pernyataan Umum dan Tahapan-tahapan dalam Teks Prosedur

Dalam setiap kegiatan, teks prosedur menjadi pengingat bagi setiap orang untuk mematuhi tahapan agar kegiatan atau langkah kerja yang dapat dilaksanakan dengan benar. Dengan mematuhi tahapan melaksanakan suatu kegiatan maka kemungkinan keberhasilan melaksanakan kegiatan tersebut lebih besar.

Berikut langkah-langkah merancang pernyataan umum dan tahapan-tahapan dalam teks prosedur

1.   Menentukan macam atau jenis teks mekanisme yang akan dirancang.

Terdapat tiga kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur.

  • Teks yang mengambarkan bagaimana sesuatu bekerja atau kode  secara manual. Teks ini meliputi mencakup cara-cara memakai alat, benda, ataupun perangkat lain yang sejenis. Misalnya, cara memakai komputer atau cara mengendarai kendaraan beroda empat secara otomatis (matic).
  • Teks yang menginformasikan kegiatan tertentu dengan peraturannya. Teks ini meliputi caracara melaksanakan suatu aktivitas. Misalnya, cara-cara melamar pekerjaan, cara membaca buku secara efektif, atau cara-cara berolahraga untuk penderita sakit jantung.
  • Teks mekanisme yang berafiliasi dengan sifat atau kebiasaan manusia. Teks ini meliputi kebiasaan-kebiasaan atau sifat-sifat tertentu. Misalnya, cara-cara menikmati hidup atau caracara melepaskan kebosanan.
2. Menyusun rancangan pernyataan umum dan langkah-langkah atau tahapan- tahapan
Dalam tahapan ini kalian harus mampu menyusun rancangan dan tahapan kerja.

3. Menentukan topik teks prosedur. Dalam memilih topik yang kita kuasai dan bermanfaat untuk pembaca, maka akan terjadi pemahaman yang baik.


CONTOH 1

Mencegah Virus Corona Menurut WHO

Mencegah Virus Corona Menurut WHO Tentunya dengan kita mengetahui informasi terbaru tentang wabah Covid-19 yang tertera dalam situs resmi WHO dan melalui otoritas kesehatan publik nasional di Indonesia, kita dapat mengetahui cara mencegah virus corona, yaitu:

1. Cuci tangan sesering mungkin
Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air mengalir. Bersihkan juga tangan dengan hand sanitizer berbasis alkohol. Dengan sering mencuci tangan, virus yang mungkin menempel akan hilang sehingga kita terbebas dari penyebaran virus corona.

2. Jaga Jarak
Lakukan jaga jarak sosial (social distance) dengan pertahankan jarak setidaknya 1,5 meter antara Anda dan siapa saja yang mengalami batuk atau bersin. Mengapa? Karena ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk virus Covid-19, jika orang tersebut menderita batuk.

3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung atau mulut Anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat Anda sakit.

4. Lakukan kebersihan pernapasan
Pastikan Anda dan orang-orang di sekitar Anda mengikuti langkah kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk dan bersih. Kemudian segera buang tisu bekas. Karena tetesan dapat menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernapasan yang baik, Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu dan virus Covid-19.

5. Cari perawatan medis
Jika mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, segera lakukan perawatan medis. Jika Anda merasa tidak sehat, tetaplah di rumah. Jika Anda mengalami demam, batuk atau sulit bernapas segera cari bantuan medis. Jangan lupa ikuti arahan otoritas kesehatan setempat. Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga dapat melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus corona dan infeksi lainnya.

6. Update informasi dan ikuti saran tenaga medis
Tetap update tentang perkembangan terbaru mengenai Covid-19. Ikuti saran yang diberikan oleh Kemenkes dan kesehatan lokal untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Dari kesimpulan di atas kalian dapat mengetahui, bahwa pada contoh teks prosedur di atas terdapat bagian yang mengungkapkan tahapan-tahapan mencegah virus corona, yaitu:
1. Cuci tangan sesering mungkin
2. Jaga Jarak
3. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
4. Lakukan kebersihan pernapasan
5. Cari perawatan medis
6. Update informasi dan ikuti saran tenaga medis
Sumber WHO


CONTOH 2

KIAT BERWAWANCARA KERJA


Kiat Berwawancara Kerja Bagi perusahaan, wawancara merupakan kesempatan untuk menggali kualifikasi calon pegawai secara lebih mendalam, melihat kecocokannya dengan posisi yang ditawarkan, kebutuhan dan sifat perusahaan. Wawancara pun menjadi ajang tanya jawab antara pewawancara dengan calon.

Agar mudah dipahami oleh mitra bicara, kita harus berbicara dengan jelas. Usahakan agar kita tidak berbicara terlalu cepat atau lambat, atur juga suara agar jelas terdengar. Suara yang terlalu pelan membuat kita terlihat kurang percaya diri, sementara suara yang terlalu keras membuat kita terlihat agresif. Penggunaan bahasa yang baik juga menjadi suatu keharusan.
Selain itu, perhatikan betul apa yang disampaikan pewawancara agar kita dapat memberikan jawaban yang relevan. Tidak ada salahnya menanyakan kembali atau mencoba mengulangi pertanyaan yang diajukan untuk memastikan bahwa pemahaman kita sudah benar. Namun, jangan melakukannya terlalu sering karena justru akan membuat pewawancara mempertanyakan daya tangkap kita.

Bahasa tubuh pun ikut memegang peranan. Gerakan nonverbal seperti mengangguk atau sikap tubuh yang agak condong ke depan menunjukkan bahwa kita tertarik pada apa yang disampaikan si pewawancara. Pastikan pula kita menjaga kontak mata dengan pewawancara karena kontak mata penting dalam proses komunikasi, termasuk dalam wawancara kerja.
Singkatnya, akan lebih baik jika kita mampu menampilkan sikap yang antusias secara verbal maupun nonverbal. Oleh karena itu, hindari bahasa tubuh yang dapat diartikan negatif, seperti menggoyangkan kaki, mengetuk-ngetuk jari, atau menghindari kontak mata. Cara berbicara yang percaya diri namun tidak terkesan sombong dapat menarik minat pewawancara.Pada saat berbicara, hindari uraian yang panjang lebar dan berteletele. Cobalah mengemas kalimat secara singkat dan terfokus, tetapi tetap menarik. Kita diharapkan mampu menunjukkan bahwa kita adalah orang yang tepat untuk posisi yang ditawarkan. Ceritakanlah kemampuan atau pengalaman yang relevan dengan posisi tersebut. Hindari mengkritik atasanatau rekan kerja sebelumnya karena ini menunjukkan sikap yang tidak profesional.

Selama wawancaraberlangsung, jadilah diri sendiri. Ungkapan ini mungkin terdengar klise, namun jauh lebih baik menjadi diri sendiri dan berbicara dengan jujur, daripada mencoba mengatakan sesuatu yang menurut kita akan membuat pewawancara merasa terkesan. Jangan melebih-lebihkan kualifikasi kita, apalagi mengelabui dengan memberikan data yang tidak benar. Cepat atau lambat, pewawancara akan menemukan bahwa data tersebut hanyalah karangan. Tunjukkan bahwa kita mampu mengenali diri kita sendiri dengan tepat.

Pewawancara biasanya memberikan kesempatan kepada kita untuk mengajukan pertanyaan di akhir wawancara. Gunakanlah kesempatan ini secara elegan dengan cara menunjukkan rasa ingin tahu kita tentang lingkup dan deskripsi tugas posisi yang dilamar, kesempatan pengembangan diri, dan sebagainya. Ini wajar karena bersikap pasif dan menyerahkan segala sesuatu kepada pihak perusahaan tidak akan menambah nilai kita di mata pewawancara.

Calon yang ingin bertanya dalam porsi yang tepat menunjukkan kesungguhan minatnya pada posisi yang ditawarkan dan juga pada perusahaan. Di sesi ini biasanya muncul pula pembicaraan mengenai gaji dan tunjangan. Pewawancara sangat menghargai kandidat yang mampu menentukan nominal gaji yang ia harapkan karena dianggap dapat melakukan penilaian atas kemampuannya dan tugas-tugas yang akan dilakukan. Tentu saja angkanya harus logis sambil tetap membuka kesempatan untuk negosiasi.
Dengan persiapan matang dan unjuk diri yang baik saat wawancara, kita telah meninggalkan kesan yang layak untuk dipertimbangkan oleh perusahaan.
(Sumber: “Unjuk Diri yang Baik dalam Wawancara Kerja” dalam Kompas dengan pengubahan) 

Contoh Identifikasilah teks prosedur



Referensi
Bahasa Indonesia : Buku siswa kelas 11/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Indri Anatya Permatasari, M.Pd. : Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia.. Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN, 2020

Post a Comment

0 Comments